Terapi Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Dengan Propolis

Neo Propolis Brosur 7.5

Manfaat propolis dalam dunia kesehatan SUDAH TIDAK DIRAGUKAN LAGI. Propolis dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit yang melibatkan berbagai sistem dalam tubuh manusia, termasuk sistem kardiovaskular, sistem darah, sistem pernapasan, sistem imunitas dan sistem pencernaan, termasuk di dalamnya untuk perawatan gigi, kulit, kanker dan perlindungan liver.

Manfaat Propolis di Bidang Kesehatan dan Kedokteran:

1. Antibodi. Zat penunjang kekebalan atau daya tahan tubuh berupa imunoglobulin dengan urutan asam amino spesifik, hanya bereaksi dengan antigen yang merangsang pembentukannya atau antigen yang mirip.

2. Antioksidan. Zat antioksidasi, zat sintetik, atau zat alami yang ditambahkan pada makanan, karet, cat, atau minyak nabati untuk mencegah terjadinya oksidasi oleh oksigen.

3. Antispasme. Pencegah kejang otot.

4. Antikoagulan. Pencegah pembekuan darah.

5. Antibakteri. Sifat membunuh bakteri.

6. Antiklavus. Penghambat penebalan kulit akibat kutil (mata ikan).

7. Antifungal. Anti jamur.

8. Antiinflamasi. Pencegah radang, seperti panas, bengkak, merah, nyeri, dan gangguan fungsi akibat reaksi tubuh terhadap jasad renik, zat asing, atau akibat trauma.

9. Antikanker. Anti kanker.

10. Analgesik. Pereda rasa nyeri.

11. Antihepatotoksik. Komponen asam quinat dikafeoil, suatu campuran larut air diduga memiliki efek melindungi hati.

12. Antivirus. Pencegah perkembangan virus.

13. Antiseptik. Pencegah pertumbuhan dan perkembangan mikro organisme.

14. Antidiabetik. Zat yang bersifat menurunkan kadar gula darah.

15. Antitumor. Pencegah tumbuh kembang tumor.

16. Antialergi. Memiliki efek anti-alergi dan anti-alergi non spesifik karena aktivitas histaminopeksia oleh komponen quercetine.

17. Emolien. Pelembut yang dapat melembutkan kulit atau selaput lendir.

18. Anestesia. Penghilang modalitas rasa suatu daerah dalam tubuh, terutama nyeri dan kesadaran.

19. Anti-infeksi, disinfektan. Penghambat masuk dan berkembangnya mikro-organisme patogen ke dalam tubuh yang mengakibatkan radang.

20. Imunomodulator. Zat yang mampu memodifikasi atau mempengaruhi fungsi sistem imunitas tubuh. Peran imunomodulator terbagi dua, yaitu sebagai imunosupresan atau menahan reaksi sistem imun yang berlebihan dan sebagai imunostimulan, yaitu menstimulasi sistem daya tahan tubuh.

Sejumlah khasiat yang disajikan pada tabel di atas merupakan hasil laporan yang sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian dan studi kasus.

Selain penyakit berat, ternyata propolis juga terbukti ampuh untuk mengatasi penyakit yang sering kita hadapi sehari-hari. Dengan racikan dan campuran bahan tertentu, propolis mampu menyembuhkan penyakit tanpa perlu datang ke rumah sakit. Di antara contohnya adalah penyakit saluran pernapasan.

1. Bronkitis.

Sejak zaman dahulu, tepian sarang lebah yang mengandung propolis sering digunakan untuk mengobati bronkitis. Pada tahun 1975, dokter Rusia melaporkan telah ada pemakaian propolis terhadap 76 anak dengan pneumonia non spesifik antara tahun 1964 – 1969.

Penelitian ini membandingkan penggunaan antibiotik dengan antibiotik yang ditambah propolis. Terapi propolis diberikan secara inhalasi. Hasilnya menunjukkan kelompok yang menggunakan antibiotik dan ekstrak propolis air sembuh lebih baik.

Terapi propolis untuk bronkitis idealnya dilakukan dengan mengkombinasikannya bersama madu yang juga memiliki efek antibakteri, sekaligus membuat propolis mudah dicerna. Bagi penderita bronkitis, dianjurkan mengkonsumsi sekitar 1,5 gram propolis per hari, bisa berupa kapsul atau tablet yang ditambahkan madu.

2. Asma.

Masalah pernapasan juga dapat diobati dengan propolis, Bahkan penelitian farmakologi membuktikan fungsi propolis dalam menghambat proses peradangan pada saluran pernapasan.

Pada tahun 1975, Mihailescu, seorang peneliti Rumania, pernah mengobati 30 pasien yang menderita asma bronkial. Pasien dibagi dua kelompok, satu diobati secara konvensional dan yang lainnya dengan propolis. Mereka yang diterapi dengan propolis menunjukkan penyembuhan lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan metode konvensional.

Propolis diberikan dalam dosis tinggi kepada pasien asma yang sering menderita infeksi dada, yang secara tradisional harus diobati dengan antibiotik. Pada saat terjadi batuk, pilek, atau saat dicurigai terjadi serangan asma, disarankan pengobatan propolis diberikan secepatnya, setidaknya lima hari. Pada kasus kronis, seringkali pasien perlu dirawat atau datang ke unit gawat darurat. Ketika terjadi hal seperti itu, dokter dapat memberi terapi propolis terus menerus.

Saat ini, penggunaan propolis untuk pengobatan asma sedang diuji di unit asma rumah sakit umum Barnsley di Inggris. Penggunaan propolis untuk asma adalah sama dengan bronkitis, yaitu sekitar 1,5 gram per hari, dapat berupa kapsul atau tablet. Namun, beberapa ahli mengatakan, ekstrak propolis cair memiliki efek yang lebih cepat dalam meredakan serangan asma.

3. Radang Tenggorokan.

Umumnya, radang tenggorokan ditandai dengan rasa nyeri di tenggorokan, terutama saat menelan atau makan. Penyakit ini biasa disertai dengan batuk kering. Sebuah penelitian di Rusia yang dilakukan terhadap 260 orang penderita radang tenggorokan membuktikan propolis dapat membantu penyembuhan 90% penderita.

Sementara itu, Dr. John Heinerman, seorang ahli antropologi medis yang mendalami pengobatan alami, pernah memanfaatkan propolis untuk mengurangi gejala radang tenggorokan dengan cara meneteskan propolis ke dalam mulut dan berkumur sampai ke area tenggorokan yang nyeri. Awalnya akan muncul sensasi terbakar yang diikuti dengan sedikit baal di daerah yang meradang, tetapi lama kelamaan keluhan pun berkurang.

Untuk radang tenggorokan yang sering disertai keluhan batuk dan pilek, dianjurkan mengkonsumsi 1 – 1,5 gram propolis setiap hari. Propolis juga bisa diberikan dalam bentuk ekstrak propolis cair yang diminum satu sendok teh 3 x sehari, 20 menit sebelum makan, selama 2 – 3 minggu.

Untuk keluhan pilek, propolis cair dapat diteteskan 2 -4 tetes ke setiap lubang hidung 4 – 5 x sehari selama 3 – 4 hari pertama. Setelah itu, dosisnya diturunkan menjadi 3 – 4 x sehari sampai keluhan hilang.

4. Influenza.

Prof. Izet Osmaganic dari Yugoslavia pernah melakukan penelitian terhadap perawat yang bekerja merawat pasien influenza. 80 perawat mendapatkan suplementasi propolis saat bekerja, sedangkan 182 perawat lainnya tidak mendapatkan propolis. Ternyata, di antara kelompok perawat yang tidak mendapat propolis, lebih dari 50%-nya tertular influenza, sedangkan pada kelompok yang diberi suplemen propolis, kurang dari 10% yang tertular. Penelitian ini menunjukkan bahwa propolis memiliki khasiat untuk mencegah penularan influenza.

Dosis untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan flu dianjurkan untuk mengkonsumsi propolis sebanyak 1,5 gram, baik berupa tablet maupun kapsul, setiap harinya. Jika sudah terserang, dosis dapat ditingkatkan. Sementara itu, jika menggunakan ekstrak propolis cair, lakukan dengan cara meneteskan ekstrak propolis ke dalam air hangat atau jus buah, 3 x sehari.

(Disalin dari buku “Dahsyatnya Propolis Untuk Menggempur Penyakit”, karya dr. Adji Suranto, SpA[1])

Semoga bermanfaat…

-Sahabatmu-
Abu Muhammad Herman.
______________

[1] Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di FKUI tahun 1988. Pada tahun 2000, menyelesaikan Pendidikan Spesialis Anak di tempat yang sama. Setelah sejak tahun 1999 mengikuti pelatihan budi daya lebah madu di Apriari Pramuka Cibubur, sejak saat itu beliau mengikuti kegiatan perlebahan, baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini, beliau aktif sebagai Wakil Ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) bidang Apiterapi dan pengajar untuk kursus budi daya lebah madu dan apiterapi yang diselenggarakan oleh Apriari Pramuka Cibubur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s